Menjaga Pandangan

Pemateri         : Ukhti Novia Santika

Hari/Tanggal  : Kamis, 24 Juni 2021

Moderator      : Kak Winda

Tempat            : WAG Queen Muslimah 01 & 02


*・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿  ✿✼:*゚:.。..。.:*・゚゚・*




Assalamualaikum warahmatullahi wabarrakatuh shalihah, bagaimana kabarnya???

Semoga sehat dan baik baik saja yaa,,🤗

Baiklah shalihah kita langsung ke pembahasan aja yaa biar tidak terlalu malam selesai nya😅

Sudah pada tahukan topik kali ini kita bahas apa?

Yuph,bener banget tentang Menjaga Pandangan


Menjaga pandangan

dari mata turun ke hati....hehe 🤭


Seberapa penting sih kita harus menjaga pandangan ini shalihah? Kenapa kita harus menjaga pandangan? 🤔


Yap, BENAR, PENTING PAKAI BANGEET di sini kita musti paham bagaimana harus menjaga pandangan, menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan tentunya. Karena kita adalah hamba Allah, yang memiliki tujuan hidup beribadah kepada Allah dan konsekuensi iman kita kepada Allah harus dipraktikkan dalam ketaatan pada segala lingkup aktivitas kehidupan kita, termasuk dalam hal ini perihal Menjaga Pandangan.

Betapa kita harus bersyukur kepada Allah, MahakuasaNya Allah karuniakan kepada kita segala nikmat, nikmat rizki, nikmat umur, nikmat waktu luang, nikmat iman Islam, masyaAllah.

Pun nikmat kesehatan adalah rizki dari Allah, bagaimana segala organ tubuh saat ini atas izin dan kuasa Allah dapat berfungsi sebagaimana semestinya, ketika tangan kita bisa digerakkan, ketika kaki-kaki kita bisa untuk berjalan dan melangkah, ketika telinga kita dapat mendengar, ketika jantung masih berdetak dan segala bagian tubuh lainnya, pun termasuk Allah karuniakan kesehatan mata untuk kita agar bisa melihat, betapa LUAR BIASANYA Allah berikan itu semua kepada kita. MasyaAllah

Alhamdulillah mata yang Allah karuniakan kepada kita bisa melihat, sehingga kita bisa memandang pemandangan menjadi bukti-bukti penciptaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala, dengan melihat kita bisa membaca tulisan ini, bisa membedakan huruf, bisa membedakan warna, dan dengan melihat membantu proses berpikir pada manusia untuk memahami sesuatu.

MasyaAllah karunia Allah begitu besar untuk manusia, akankah manusia hidup di dunia ini untuk taat kepada Allah atau justru sebaliknya?

Manusia dilebihkan Allah dari hewan dengan memiliki akal yang dapat digunakannya untuk berpikir, manusia bisa berpikir tatkala memenuhi 4 komponen syarat berpikir yaitu ada otak, panca indera, fakta dan informasi sebelumnya.

 MasyaAllah, dengan kita memiliki mata (panca indera) oleh Allah kita dimudahkan untuk bisa berpikir dan dari melihat kita dimudahkan oleh Allah untuk bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Mana yang benar dan mana yang salah. Yang semestinya, manusia mau mengambil apa-apa yang benar dan meninggalkan apa-apa yang batil. Iya kan shalihah? Iya dong 😄

Dalam hal menjaga pandangan ini mata yang Allah karuniakan harus kita jaga baik-baik yaa shalihah (sambil nunjuk menasihati diri sendiri nih) 😅 jangan mudah tertipu daya oleh ajak setan geto, duuuh...setan ini lembut bangeet yaa godaannya kalau benteng keimanan kagak kokoh bisa-bisa terhanyut dalam memandang hal-hal yang buruk bahkan yang diharamkan astaghfirullah na'uzubillah min dzalik ☹

So, kita musti sadar juga yaa shalihah, bahwa kelak di akhirat nanti pengelihatan kita akan dimintai pertanggungjawaban kepada Allah, apakah mata kita melihat hal-hal yang haram ataukah hal-hal yang baik-baik saja? Hmm... Jadi hati-hati yaa 😌

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:


وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا


"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."

(QS. Al-Isra' 17: 36)


Dalam hal menundukan pandangan ini, Allah subhanahu wa ta'ala langsung yang memerintahkanNya baik kepada laki-laki maupun kepada perempuan untuk menundukan pandangannya.

Menundukan pandangan atau غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) adalah menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:


قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَا رِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا يَصْنَـعُوْنَ


"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

(QS. An-Nur 24: 30)


Allah subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya),....."

(QS. An Nur: 31)


Menundukan pandangan/menjaga pandangan ini bukan berarti juga kalau dirimu ketemu/papasan dengan ikhwan/lawan jenis di jalan/ditempat umum kemudian kamunya menundukan kepala nunduk terus ke bawah, jadi lama melihat ke bawah tanah terus gitu (eh..malah gak melihat jalan di depan)duh, ini resiko membahayakan jiwa ya shalihah,apalagi kalau sedang mengendarai motor, janganlah, ngeri juga atuh 😱

 Terus gimana dong menjaga pandangannya? 😄

Nah, kalau misal kita ketemu lawan jenis dan bukan mahram kita nih dan kita TIDAK SENGAJA memandang auratnya yang terbuka dimana aurat tersebut bukan hak kita maka cara kita menjaga pandangan adalah dengan segera memalingkannya, satu kali pandangan tidak sengaja itu menjadi hak kita yang dibolehkan/dimaafkan InsyaAllah selebihnya bukan ya, karena jelas bagaimana batasan aurat saat keluar rumah bagi laki-laki batas auratnya dari pusar ke lutut dan bagi muslimah seluruhnya aurat kecuali wajah dan telapak tangan, artinya ketika kita melihat yang bukan hak kita yaa jangan terus disengaja malah kemudian ditatap dengan dalam-dalam, bukan ya! harus segera dipalingkan!

Dalilnya dari Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Dari Jarir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang pandangan tiba-tiba (tanpa sengaja), lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya.” (HR. Muslim)

Penting di sini, kita juga harus memahami bahwa hukum asal kehidupan interaksi dengan lawan jenis adalah terpisah.

Mereka bisa berinterkasi tatkala ada kebutuhan/hajat yang syar'i, diantara hajat syar'i tersebut adalah perlunya interaksi/berkomunikasi dengan lawan jenis dalam keperluan muamalah (termasuk jual-beli, ijarah, sewa-menyewa, dll), peradilan, pendidikan dan kesehatan.

So, kalau bahasannya sudah mulai out the topic keluar dari hajat syar'i di atas maka kita harus menjaga interaksi, jadi kitanya gak bisa chit-chat gaje atau interaksi yang gak penting dengan lawan jenis geto shalihah, catet yaw! 🤭

Bagaimana pandangan kita jika ada ikhwan yang mengajak bicara?

Harus dipahami pertemuannya dengan ikhwan tadi atas hajat apa? jika hajatnya syar'i (misal jual-beli) boleh perempuan berinteraksi dengan si ikhwan, kalau tidak ada hajat syar'i maka tidak boleh berinteraksi jadi harus menjaga interaksi gitu. Pun ketika memandang lawan jenis karena adanya keperluan hajat syar'i untuk jual-beli maka memandangnya dengan biasa tanpa syahwat, nah kalau misal dari memandangnya mulai mengarah bisa membangkitkan syahwat maka harus segera dipalingkan, InsyaAllah demikian.

Menurut temen-temen di sini nih, hayooo...mana yang lebih mudah antara Menjaga Pandangan di Dunia Nyata dengan Menjaga Pandangan di Dunia Maya? jawab yaa...🤭

Lanjuuut yuk shalihah 😀


Menjaga pandangan bisa dimaknai menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan.


Nah, kalau dipikir-pikir nih 🤔 baik itu menjaga pandangan di dunia nyata atau pun menjaga pandangan di dunia maya masing-masing memiliki ujian sendiri-sendiri.


Di dunia nyata masih banyak pula aurat dan hal-hal yang tidak memestinya dilihat mudah di akses, di dunia maya duuuh kian marak lagi , mengapa hal ini terjadi?


Ya, karena sistem negeri ini demokrasi sekuler yang memisahkan aturan agama dari kehidupan sehingga negara tidak dapat mengondisikan masing-masing individunya untuk bertakwa kepada Allah

Bila di dunia nyata bisa jadi si akhwat dengan sigapnya dapat menundukan pandangannya ke bawah karena tetiba bertemu papasan melihat si ikhwan yang berparas menawan, yang dikenal fakih dalam agamanya, yang indah dalam melantunkan ayat quran dan menyampaikan dakwahnya.


Tertunduklah kepala si akhwat untuk mengalihkan perhatiannya, namun usai perjumpaannya di dunia nyata, lantas siapa yang bisa menjamin apabila pandangan si akhwat bisa jadi akan lebih lama tak berpaling dari memandang paras memesona menawannya si ikhwan tatkala di sudut ruang lain si akhwat mulai membuka akun-akunnya di sosial media, ya di jagat dunia maya?

Kala si akhwat berselancar di dunia maya, foto-foto ikhwan yang dikenalnya pun dengan mudah bisa diakses oleh siapa saja,


tunggu-tunggu...hmmm... ini foto si ikhwan itu kan? 🤔


Pun akhirnya si akhwat bisa berkepo bebas dan berstalking ria di alam maya, merasa telah 'sukses' menundukan pandangannya di dunia nyata namun di jagat maya masih menjadi 'tanda tanya' Benarkah ia 'sukses' menundukan pandangannya di dunia maya? Foto si ikhwan yang dipandang sepintas lewat di beranda awal mulanya sesaat tak dihiraukan namun 'tipis-tipis' tipu daya setan mengajaknya untuk kian kepo sampai bisa lekat memandang bebas foto si ikhwan dalam-dalam hingga paras menawannya pun sampai ke benak si akhwat. 

'Tipis-tipis' godaan tipu daya setan kembali berhembus, si akhwat kemudian melihat foto si ikhwan tadi bukan lagi sepintas memandang lalu teralihkan, namun jadi sering mengunjungi akunnya, seolah-olah dunia menjadi sepi jika sehari tanpa stalking ke akunnya. 😱

Si akhwat sangat perhatian dengan akunnya, statusnya, yang masih single belum nikah, lihat profilnya berulang kali makin membenak dalam lekat paras si ikhwan.

Terkadang tipis antara keinginan si akhwat meraih manfaat dari ilmu yang disampaikan oleh si ikhwan ataukah dirinya ingin bisa lebih dalam memandang parasnya hingga bayangan si ikhwan bergelayutan dalam khayalannya dan mulai berandai-andai. Wah halu ini... Halu.. Halusinasi. 

Maka, si akhwat memandangnya hanya sekali dalam sehari di sosial media menjadi tak cukup, mungkin inginnya 3x sehari seperti dosis minum obat, hadeeh 😔 tipu daya setan pun kian lihai dalam mencari celah gaes, dari si akhwat yang hanya ingin tahu, kemudian stalking akun si ikhwan, kemudian gatel pingin ajak chatting, berkhayal si ikhwan ini dan itu hmmm...sensor jangan diteruskan deh yaa

Ya gaes, alam maya memang soft lembut godaannya, tipis-tipis pula tidak ada yang bisa menjamin si akhwat dapat menjaga pandangan nya di dunia maya.

Meski sebenarnya tantangan menjaga pandangan di dunia maya juga banyak terkait tayangan dan hal-hal yang diharamkan atau gambar yang tidak berhak kita lihat maka harus segera kita palingkan *bisa kita skip, block, report atau close postingannya*. Okay gaes? 😁

Akhwatifillah, kisah si akhwat itu tadi sekadar permisalan saja kalau-kalau pihak si akhwat yang tidak bisa menjaga pandangannya di dunia maya. Kiranya pikirkan pula, bagaimana kabar menjaga pandangan ikhwan-ikhwan di luar sana ketika di dunia maya?

Maukah engkau membantu agar para ikhwan pun juga dapat terjaga dalam pandangannya? Jawab dulu yaa shalihah... 😊

Alhamdulillah Selesai


Okay shalihah, sampai sini dulu yaa ulasan kita. Mohon maaf apabila ada kekurangan, semoga ada kebaikan yang bisa diambil dan bermanfaat😊🙏🏻

Terimakasih banyakk kepada anggota grup yang sudah stay tune sampai sini MaasyaaAllah sudah setia menyimak walaupun materinya agak panjang😍

Pamit dulu yaa shalihah dan sampai jumpa pada kajian online selanjutnya, InsyaAllah 😊🙏🏻

Wassalamu'alaaikum warahmatullahi wabarokatuh

Komentar