Jaga Kehormatan dengan Selalu Berhijab

Pemateri        : Ustadzah Airra
Hari/Tanggal : Selasa, 17 Agustus 2021
Moderator     : Ukhti Yeni
Tempat          : WAG Komunitas Muslimah Cerdas


*・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿  ✿✼:*゚:.。..。.:*・゚゚・*


Menjadi muslimah sejati, adalah cara terbaik untuk dapat terlindungi dari sebesar-besarnya fitnah. Tentu tidak mudah, karena semua itu membutuhkan proses, dan setiap manusia pasti dikaruniai hawa nafsu oleh Allah.

Dan cara pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan ikhtiar mengelola hawa nafsu, meredam hawa nafsu kita dengan taqarrub terbaik pada Allah.

Pahamilah bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat berharga. Bahkan Allah menganugerahi kita begitu banyak keistimewaan yang sudah semestinya dijaga dan disyukuri.

Menjadi sebaik-baik perhiasan di dunia yang dicintai Allah dengan mematuhi segala perintah Allah. Menutup aurat dengan sempurna, menjaga pergaulan dengan sebaik-baiknya, menjaga hati untuk dia yang telah Allah pilihkan untuk menjadi pendamping hidup, juga pandai menjaga diri dari maksiat.

Pahamilah bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat berharga. Bahkan Allah menganugerahi kita begitu banyak keistimewaan yang sudah semestinya dijaga dan disyukuri.

Menjadi sebaik-baik perhiasan di dunia yang dicintai Allah dengan mematuhi segala perintah Allah. Menutup aurat dengan sempurna, menjaga pergaulan dengan sebaik-baiknya, menjaga hati untuk dia yang telah Allah pilihkan untuk menjadi pendamping hidup, juga pandai menjaga diri dari maksiat.

Bagi seorang muslimah, berhijab merupakan suatu kewajiban yang wajib diikuti. Karena itu, sudah sewajarnya jika seorang muslimah mengenakan hijab dalam kehidupan sehari – harinya. Kecuali pada waktu khusus, yaitu di depan mahram atau hamba sahaya yang dia miliki.

Selain sebagai bentuk ketaatan, hijab juga menjadi sebuah identitas diri seorang muslimah serta menjadi bentuk perlindungan dirinya. Namun, perintah hijab yang dimaksud tentu saja tidak sekedar menutupi tubuh. Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi sehingga seseorang dapat dikatakan menggunakan hijab sesuai dengan syariat.

1. Menutup Seluruh Tubuh Selain yang Dikecualikan
Fungsi utama hijab adalah sebagai penutup. Sesuai dengan makna hijab yang berarti menutupi. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan menutupi adalah menutupi seluruh anggota tubuh yang dianggap aurat menurut syariat Islam. Kecuali bagian tubuh yang dianggap bukan aurat oleh syariat Islam.

Bagi perempuan, anggota tubuh yang dikecualikan tersebut adalah wajah dan telapak tangan. Sehingga, anggota tubuh lainnya dikategorikan sebagai aurat. Termasuk rambut dan kaki seorang wanita. Karena itu, yang disebut hijab pada dasarnya adalah seluruh pakaian yang digunakan untuk menutupi bagian tubuh yang terhitung sebagai aurat.

2. Tidak Menarik Perhatian yang Bukan Mahram
Hijab juga seharusnya tidak menarik perhatian laki – laki yang bukan mahram. Karena itu, hijab seharusnya dibuat dengan kain yang tidak transparan, longgar, dan bukan merupakan pakaian tabarruj. Dimana orang yang menggunakannya akan terlihat mencolok dan membuat banyak orang tertarik melihat ke arahnya.

Selain itu, perlu dipahami bahwa hijab bukanlah pakaian yang digunakan untuk membanggakan diri atau menyombongkan diri. Orang yang menggunakan hijab sudah sewajarnya menyadari bahwa kesombongan bukanlah hak manusia.

3. Tidak Menyerupai Pakaian Laki – Laki dan Perempuan Kafir
Hijab adalah pakaian seorang perempuan muslimah yang dengannya ia dapat dibedakan dengan para laki – laki dan perempuan kafir lainnya. Sehingga, hijab juga bisa disebut sebagai sebuah identitas bagi seorang muslimah. Menggunakan hijab dengan pakaian yang menyerupai laki – laki dan perempuan kafir akan membuat identitas perempuan muslimah menjadi bias.

Di samping itu, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang menyerupai suatu kaum adalah bagian dari kaum tersebut. Dalam hadits lainnya, disebutkan bahwa Allah mengutuk perempuan yang menggunakan pakaian seperti laki – laki dan juga laki – laki yang menggunakan pakaian seperti perempuan.

Itulah beberapa syarat berhijab yang wajib diikuti oleh seorang muslimah. Selama seorang perempuan mengukuti tuntunan dan syarat hijab ini, maka orang tersebut sudah bisa dikatakan berhijab. Sedangkan untuk tuntunan praktisnya seperti warna dan model hijab dikembalikan kepada etika dan budaya yang berlaku selama tidak berlawanan dengan syarat yang telah disebutkan sebelumnya.

Ala bisa karena biasa ini pepatah lama yang menggambarkan bahwa pembiasaan akan membuahkan kebisaan. Sesuatu yang dibiasakan maka akan semakin tajam dan cakap, tinggal menjaga kekomitmenan untuk tidak menghentikan hal yang sudah dibiasakan. Segala jenis apapun yang dilakukan karena terbiasa, maka akan mendarah da­ging dan tidak akan gamang lagi.

Begitupun dengan membiasa­kan diri berhijab, lambat laun hijab itu bukan hanya dipakai saat ingin beracara saja, akan tetapi setiap menjalankan rutinitas pun tak lepas mengenakannya, karena perasaan nyaman dan perubahan pola pikir sudah terbentuk

Menuai perubahan yang signifi­kan seperti ini prosesnya tidak mudah, memang harus menanam­kan niat yang kuat, tekad, aksi, ko­mitmen serta tidak berhenti ditengah jalan. Sekali saja mengu­lah, padahal sudah membiasakan diriberhijab, ke kampus, ke kantor, main bersama teman, karena sehari tergiur dengan pergaulan yang tidak berhijab lantas satu hari itu dilepas. Maka akan runtuhlah ko­mit­men yang dibangun diawal. Dampaknya, kepercayaan dengan diri sendiri bahwa mampu melalui­nya akan memudar, seperti priba­hasa ‘karena nila setitik rusak susu sebelanga’, yang rusak sedikit tapi dampaknya banyak

Otomatis istikamah yang kuat dan tujuan yang hebat untuk membiasakan berhijab, harus diulang dari awal kembali. Ada nasihat lama yang mengatakan seperti ini, “Untuk bisa konsisten dalam melakukan sesuatu, maka harus menjalankannya selama 40 hari tanpa henti, jika satu kali saja tidak dilakukan maka harus mengu­langinya dari 1 kembali”. Contoh, berusaha salat tahajjud tidak pernah tinggal setiap malamnya, dibiasa­kan dahulu selama 40 hari, berhasil melewati 40 hari maka melakukan salat tahajjud akan mengalir saja karena sudah rutinitas. Tetapi keti­ka lalai sehari, maka harus diulangi dari hari pertama sebab tingkat konsistenitas sudah berku­rang

Berbicara tujuan berhijab, sebe­narnya Allah subhanahu wataala jelas sekali mencurahkan rasa sayangnya pada hambanya khusus­nya untuk wanita. Sang Khalik benar-benar ingin menjaga kemas­la­hatan umat. Ia firmankan di dalam Alquran surah Al-Ahzab ayat ke-59,
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perem­puanmu dan isteri-isteri orang mukmin “hendaklah mereka me­ngu­lurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penya­yang”. Wanita yang mengaku beragama Islam dilarang keras oleh Allah mempersaksikan kehorma­tan nya kepada khalayak yang tidak layak untuk melihatnya. Maka dari itu, berhijablah agar kehormatan itu terjaga. Insyaallah dengan me­nge­nakan hijab, ancaman dan gang­guan dari orang yang berniat tidak baik mudah-mudahan tidak terjadi

Hijab menjaga kehormatan, hijab menjaga aurat yang tak pantas digelar, hijab akan menjauhi mahkota wanita dari kemaksiatan, dan berhijab adalah kewajiban bagi wanita yang sudah memasuki fase akil balig serta sudah dipertang­gung jawabi hukum. Luar biasa sekali Islam menghargai wanita-wanita dengan mengajaknya untuk menutup apa yang wajib ditutupi, aurat. Jikalau hari ini masih ada wanitaberagama Islam, yangmem­per­tontonkan kehormatannya, aurat­nya, dan mahkota dirinya secara gratis kepada kaum yang belum sah untuk melihatnya, semoga Allah segera menunjukkan rahmatan lil alamain untuknya.

Ya akhwat berhijab pun ada syarat syarat nya. Berikut adalah syarat-syarat hijab antara lain:

1. Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَيُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّمَاظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka”. [An Nuur:31]

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {59}* لَّئِن لَّمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لاَيُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلاَّ قَلِيلاً


“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”. [Al Ahzab : 59].

2. Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

-. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal tidak menampakkan warna kulit tubuh.

-. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.

-. Hendaknya hijab tersebut bukan dijadikan sebagai perhiasan

-. Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan.

Perlu di perhatikan ya Akhwati fillah🌹
Ada 3 aurat yang sering di sepelekan oleh perempuan muslimah:


1. Dada

Memang sekarang banyak wanita muslimah yang memakai kerudung, namun tidak sedikit mereka melilitkan kerudungnya ke pundak, sehingga terlihat bagian dadanya.
Padahal, hendaklah seorang wanita muslimah menjulurkan kerudungnya hingga bagian dada, sehingga bagian dada tidak tampak.

2. Pergelangan tangan

Selain bagian dada, tidak sedikit juga wanita yang melupaka bahwa tangan juga termasuk aurat yang harus ditutup.

Sering kita lihat wanita muslim yang menggulungkan bajunya di bagian tangan atau bahkan sengaja memakai baju yang menutup sebagian lengannya saja, sehingga pergelangan tangannya terlihat.

Padahal, hendaknya memakai pakaian yang menutup lengan hingga pergelangan tangan, karena tangan sampai pergelangan tangan termasuk aurat yang harus di tutup.

3. Kaki

Meski kita sudah memakai hijab yang menjulur ke dada dan baju atau gamis yang menutup tubuh dan bagian tangan, jangan sampai kita lupa untuk menutup seluruh bagian kaki.

Biasanya menggunakan kaos kaki adalah cara alternatif untuk menutup bagian kaki, sehingga bagian kaki seluruhnya tertutup.



Komentar