Pemateri : Ustadzah Atsariyyahputeri
Moderator : Ukhti Queen Muslimah
Hari/Tanggal : Jum'at, 02 Juli 2021
Tempat : WAG Queen Muslimah 1 & 2
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
بسم الله الرحمن الرحيم
Jumat,01 July 2022
Ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah ﷺ yang menyebutkan keutamaan Cinta atau Mahabbah kepada Allah terbilang banyak. Dalil yang menganjurkan cinta kepada Allah adalah Surat At-Taubah ayat 24 dan hadits riwayat Bukhari. Tetapi cinta adalah aktivitas batin yang tersembunyi. Lalu bagaimana perwujudan Cinta kepada Allah dalam bentuk perilaku?
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَاأَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah, Jika bapak, anak, saudara, istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan putusan-Nya. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang Fasik.” (At-Taubah : 24).
Ayat ini memperingatkan agar Manusia memberikan cintanya untuk Allah pada peringkat pertama. Ayat ini mendorong Umat Islam untuk mencintai Allah melebihi segala yang dimilikinya. Sementara hadits riwayat Bukhari yang berisi Hadits Qudsi menyebut Wali sebagai orang yang dicintai Allah. Ketika seseorang sudah dicintai oleh-Nya, maka Allah akan menjadi pembela dan pelindungnya.
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَن شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَن نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ صحيح البخاري
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman : Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tiada hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (Amalan) melebihi dari apa yang Kuwajibkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan Amalan Sunnah sehingga Aku mencintai-Nya. Bila Aku mencintainya, maka Aku menjadi telinga sebagai alat pendengarannya, menjadi mata sebagai alat penglihatannya, menjadi tangan sebagai alat pemegang, dan menjadi kaki sebagai alatnya berjalan. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya. Tiada kebimbangan sesuatu yang Kulakukan selain mencabut nyawa orang beriman yang mana ia tidak menyukai kematian dan Aku tidak suka menyakitinya,” (HR Bukhari nomor 6137).
Ustadzah atsariyyahputeri_
1. Mengikuti Perintah Allah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran : 31)
2. Mengamalkan Isi Al-Qur'an
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
إِنَّ هٰذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصّٰلِحٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar." (QS. Al-Isra' : 9).
وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْأَاخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
"Dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." (QS. Al-Isra' : 10).
3. Mengingat Kematian
Anas Radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi ﷺ : ”Kapan Kiamat tiba, Wahai Rasulullah?”, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya?” beliau balik bertanya. Orang itu menjawab, ”Aku tidak menyiapkan banyak Shalat, Puasa, dan Sedekah. Tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya” Rasulullah ﷺ berujar, ”Kau akan bersama orang yang kau Cinta.” Anas berkomentar, ”Kami juga demikian?”, “Ya,” jawab Rasulullah ﷺ “Maka kami sangat bergembira,” tutur Anas.” (HR. Bukhari dan Muslim).
𝚖𝚞𝚝𝚒𝚊𝚛𝚊𝚊𝚙𝚛𝚊𝚝𝚒𝚠𝚒_
4. Selalu Berdo'a
Nabi Muhammad ﷺ selalu meminta agar dianugerahi cintaNya dalam setiap do'anya : “Ya Allah, anugerahkanlah aku Cinta kepada-Mu, cinta kepada orang yang mencintai-Mu, dan Cinta kepada sesuatu yang mendekatkanku kepada cinta-Mu. Jadikanlah cintaku kepada-Mu lebih besar daripada cintaku kepada air yang dingin.” (HR. Abu Naim dari Abu Darda).
5. Tidak Mengejar Dunia
Abu Bakar As-Shiddiq berkata : “Orang yang telah mencicipi kesucian Cinta kepada Allah, niscaya hal itu akan melalaikannya dari mengejar kehidupan dunia dan membuatnya tidak betah dengan semua orang.”
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
قُلْ إِنْ كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوٰنُكُمْ وَأَزْوٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوٰلٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا حَتّٰى يَأْتِىَ اللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِينَ
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang Fasik." (QS. At-Taubah : 24).
6. Selalu sabar menghadapi Ujian
Syaikh Ibnu Athaillah Radhiyallahu'anhu berkata : “Nikmatnya Cinta membuat mereka lupa kepada pahit dan beratnya ujian. Dorongan Cinta membuat mau mengorbankan jiwa, harta, waktu, dan segala yang berharga demi Dia yang Cinta dengan harapan mereka akan mendapat ridha dan Cinta-Nya.”
𝚖𝚞𝚝𝚒𝚊𝚛𝚊𝚊𝚙𝚛𝚊𝚝𝚒𝚠𝚒_
Mungkin hanya ini yang bisa Ustadzah sampaikan... Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita semua Hamba-Hamba yang taat, Istiqomah dalam beribadah, dan meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah... Aamiin. 🤲🏻
انظر ما قال ولا تنظر من قال
Undzur maa qoola walaa tandzur man qoola ( Lihatlah apa yang di ucapkan dan jangan lah melihat siapa yang mengucapkan )
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا اله الا انت استغفرك و اتوب اليك 🤲🏻
❓FORMAT PERTANYAAN QUEEN MUSLIMAH❓
Nama : Dewi Rizky Nurcholifah
Domisili : Cirebon
Pertanyaan : Assalamualaikum..
Bagaimana jika ada yang meminta nasehat dan setelah dinasehati tapi dy tidak terima lalu melontarkan kata-kata yang membuat kita sakit hati, apakah boleh kita balik melontarkan kata2 kasar?
Saya pernah kebablasan waktu itu
Jawaban : Bismillah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 114)
Yang dimaksud dengan “bisikan-bisikan mereka” adalah ucapan (perkataan) manusia.
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (dizalimi). Allah itu Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa’ [4]: 148)
❓FORMAT PERTANYAAN QUEEN MUSLIMAH❓
Nama : Arsita Eka A
Domisili : Kebumen, Jawa Tengah
Pertanyaan : ukh kalo kita menasehati seseorang lah terus dia bilang "ngga ush sok menasehati itu urusanku sok alim amat sih"bagaimana yg kita lakukan?
Jawaban : Bismillah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Maafkan
Jika ada yang meledek “Sok Alim”, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah memaafkan mereka. Bisa jadi ucapan tersebut mereka lontarkan karena ketidaktahuan mereka.
Anggap sebagai Ujian dari Allah
Ketika ada seseorang yang meledek melabeli Anda “Sok Alim”, itu tanda bahwa kita sedang melangkah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka yang mengejek Anda bisa jadi adalah orang-orang yang sengaja Allah hadirkan untuk menguji keteguhan hati kita.
❓FORMAT PERTANYAAN QUEEN MUSLIMAH❓
Nama : Ulfah Yulianti
Domisili : Garut
Pertanyaan : Tips agar tidak suka baper saat ada Ikhwan
Jawaban : Bismillah assalamualaikum warahmatullahi
1Jangan gampang ge-er ya
Hayo siapakah akhwat/ikhwan disini yang suka ge-er duluan? Kalem aja dengan segala kode yg ada. Kan Anda ga tau niat sesungguhnya dia untuk apa. Anda cukup tau, ikhwan yg serius untuk menikahi Anda, adalah ikhwan yang ga banyak basa-basi. Dan akhwat yg siap diajak nikah, adalah akhwat yg ga bertele-tele.
2Untuk ikhwan, jangan suka ngode-ngodein akhwat
kalau Anda belum siap mengajaknya menikah. Kalo pun sudah siap, ya ga usah kode. Cuman bikin baper ga jelas akhwatnya. Langsung aja hubungi wali si akhwat.
3Kenali diri Anda
Coba deh bercermin, lalu bertanya pada cermin itu, apakah rasa baper Anda itu tepat? Karena, kadang banyak orang yg perasaannya terlalu dominan sehingga ia melupakan nalar/logika. Apalagi wanita, sangat bermain dengan perasaannya. Karena memang sudah fitrahnya begitu.
4Banyak bergaul dengan teman di lingkungan yang baik
Agar sebisa mungkin Anda ga punya waktu untuk baper gak jelas. Lebih baik ciptakan waktu yg berkualitas saja dengan teman-teman Anda.
❓FORMAT PERTANYAAN QUEEN MUSLIMAH❓
Nama : Annisa Azzahra
Domisili : Jogja
Pertanyaan : Bagaimana caranya agar kita senantiasa mencintai Rabb kita?
Jawaban : Bismillah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
ingatlah selalu begitu dahsyatnya cinta beliau kepada umatnya. Hidupnya penuh dedikasi kepada umat, waktunya habis untuk memikirkan kemaslahatan umatnya.
Berjuang untuk umat, mengorbankan air mata dan darah, bahkan nyawa dipertaruhkannya untuk umat. Sampai di ujung hayatnya, umat yang jadi prioritas perhatiannya.
"Di akhirat pun, umat yang beliau cari untuk diberikan syafaatnya. Cintanya benar-benar tulus kepada umat,"

Komentar
Posting Komentar